Blog ini masih dalam tahap pengembangan. Beri Masukkan!

Kuliah Umum: Moderasi Keilmuan Di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam - Prof. Dr. Bambang Qomaruzzaman, M. Ag

image_title_here
Sumber: STITNU Al-Farabi Pangandaran

Prof. Dr. Bambang Qomaruzzaman, M. Ag
Tema: Moderasi Keilmuan Di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Ilmu itu dari Allah yang berasaskan pada do’a Robbi zidni ilma nafi’a warzuqni fahma. Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat dan berikanlah aku pengertian yang baik. Rizki itu ilmu dari Allah dan paham itu dari Allah.

Yang namanya moderasi keilmuan itu kita harus berada ditengah-tengah, disisi lain kita diberikan oleh Allah dan kita berusaha untuk belajar. Kita bukan hanya mengharapkan diberi ilmu oleh Allah, tetapi kita harus terus menerus untuk berlatih dan belajar.

Ilmu itu datang secara berlahan-lahan dan tidak bisa instan begitu saja, lalu akan ditambahkan oleh Allah. Jika hati kita ngaco tetap saja ilmu itu tidak akan bertambah karena tidak akan sinkron.

Pengetahuan dalam manajemen pengetahuan itu ada 3, informasi, keterampilan dan sikap. Analogikan dengan teori naik motor. Naik motor itu caranya begini atau begitu (informasi), selanjutnya kita harus mempunyai skill (keterampilan) seperti nyalain motor, ngejalanin motornya, dari situ kita tidak cukup dengan adanya informasi dan keterampilan saja. Tetapi kita harus membangun sikap, sama halnya seperti belok kanan ambil sen ke kanan, bukan belok kanan ambil sen ke kiri.

Ilmu juga sama seperti itu, dalam ilmu juga harus mempunyai ke tiga elemen itu. Ada banyak sekali orang yang memiliki informasi saja banyak bicara tanpa mempraktikannya, itulah yang namanya belum menguasai pengetahuan.

Prof. Beqi juga mengatakan bahwa salah itu hal biasa, dalam rangka belajar itu hal yang dimaklumi saat melakukan praktik. Yang namanya praktik itu bisa dimana saja, saat kita mendapatkan ilmu pengetahuan maka cobalah untuk praktikan dengan berbagai cara, baik itu dengan sharing, mengajarkan ke orang atau pamer (berbagi).

Salah satu skill yang bisa dikembangkan adalah menulis, karena menulis itu bisa mengivestasikan amal jariyah dengan cara menulis ilmu pengetahuan agar bisa dikenang oleh banyak orang. Seperti yang Imam Ali mengatakan bahwa ilmu itu seperti binatang liar dan mengikatnya dengan tulisan.

Setelah punya skill maka cobalah pikirkan untuk menyelesaikan masalah yang ada disekitar. Karena salah satu impelentasi untuk membentuk pengetahuan ya dengan cara melakukan problem solving. Prof. Beqi juga menyatakan bahwa belajar di perkuliahan itu belajar untuk problem solving atau memecahkan masalah.

Profil Singkat Bambang Qomaruzzaman

Bambang Qomaruzzaman merupakan seorang pria kelahiran Serang, 8 Desember 1973. Saat ini, dirinya tinggal di Komplek Vijayakusuma C2 No. 13 Cipadung Cibiru Bandung.

Selain itu, Ia juga merupakan salah seorang aktivis Nahdlatul Ulama sedari muda. Di antara peran yang pernah dan sedang dijalaninya adalah sebagai berikut: Ketua PPM Kementrian Agama Jawa Barat, Dosen Teologi dan Falsafah Islam UIN SGD Bandung, PW ISNU Jawa Barat, Lesbumi NU Jawa Barat, Laspesdam NU Jawa Barat, Ketua Prodi Magister Religious Studies Program Pasca sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2013-sekarang, Anggota MUI Jawa Barat 2016-2020, Konsultan Pendidikan Karakter Bandung Masagi Kota Bandung 2016-2018, Direktur pesantren Mahasiswa Al-Musyahadah Bandung, Ketua Taman Belajar Masyarakat Taman Langit Sophia Values Institute, Bandung, CEO Values Institute Foundation, Konsultan Peace Building & Creative Writing, Fasilitator Living Values Educational, Kemitraan Prodi Religious Studies PPs. UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan ALIVE Indonesia, dan Konsultan Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung Jawa Barat, 2012-2013.

Sumber: https://jabar.nu.or.id/profil/prof-beqi-kita-butuh-genersi-muda-untuk-masa-depan-4d6AB

إرسال تعليق